Dalam dunia teknologi yang terus berkembang, penggunaan AI semakin umum. Salah satu inovasi terbaru adalah Gemini, sebuah fitur di Google Maps yang membantu merencanakan aktivitas sehari-hari. Dalam eksperimen ini, saya mencoba membiarkan Gemini merencanakan itinerary harian saya di kota, dan hasilnya cukup memuaskan.
Pengenalan Gemini di Google Maps
Gemini telah menjadi bagian integral dari berbagai layanan Google, termasuk Maps, meskipun kehadirannya terkadang terasa tidak diinginkan. Meskipun baru ditambahkan pada Maps, saya menemukan bahwa Gemini bisa sangat membantu dalam merencanakan perjalanan. Setelah menghabiskan sekitar satu jam meminta Gemini mencari tempat bermain, restoran ramah anak, dan lainnya, saya terkesan dengan hasilnya. Beberapa rekomendasi memang sudah saya ketahui, tetapi ada juga beberapa tempat baru yang menarik perhatian saya.
Pengalaman Menggunakan Gemini
Saya adalah penggemar Google Maps dan sering menggunakannya untuk menjelajahi kota. Biasanya, saya menghabiskan waktu dengan menjelajahi berbagai tempat baru, termasuk jalur sepeda, taman tersembunyi, dan kedai kopi. Meskipun saya senang berpetualang, terkadang saya merasa kewalahan dengan banyaknya pilihan dan cenderung kembali mengunjungi tempat-tempat yang sudah saya kenal. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk meminta Gemini merencanakan rute baru untuk saya.
Dengan mengklik “Tanya Maps” di aplikasi, saya berinteraksi dengan chatbot Gemini. Dalam waktu singkat, Gemini merekomendasikan sebuah kedai kopi yang belum pernah saya kunjungi di Pioneer Square, dan saya cukup terkesan dengan hasilnya.
Proses Perencanaan Itinerary
Saya memberikan beberapa kriteria kepada Gemini: saya akan menggunakan transportasi umum, ingin mengunjungi restoran untuk makan siang, tempat untuk berjalan-jalan, dan kedai kopi untuk bekerja dengan laptop. Saya juga ingin menjelajahi dua lingkungan yang berbeda dan harus pulang sebelum pukul 16:30. Rekomendasi awal Gemini menunjukkan tempat yang familiar bagi saya, namun saya telah mengunjungi keduanya baru-baru ini. Setelah beberapa diskusi, kami sepakat pada pilihan: restoran taco, toko tanaman, dan kedai kopi bergaya Skandinavia.
Taco Chukis sudah tidak asing bagi saya, namun saya belum pernah mencobanya. Saya hampir melewati tempat itu karena tersembunyi di belakang bangunan dengan beberapa toko lainnya dan tanpa papan nama di trotoar. Namun, Gemini membimbing saya ke tempat yang tepat dan ternyata baru dibuka 15 menit sebelum saya tiba. Spesialisasi mereka, taco dengan nanas panggang, memang sangat populer, dan setelah mencobanya, saya memahami alasan di baliknya. Tiga taco yang lezat kemudian saya bersiap menuju tujuan berikutnya.
Menemukan Toko Unik dan Menghadapi Tantangan Cuaca
Saya ternyata memiliki waktu lebih, jadi saya meminta Gemini untuk mencari toko unik terdekat sebelum berjalan ke taman. Gemini merekomendasikan Elliott Bay Books, yang merupakan tempat yang bagus, tetapi ternyata tidak berada “satu blok ke timur” seperti yang dinyatakannya. Ini adalah satu-satunya kesalahan besar yang saya temui dalam percobaan ini, dan bisa jadi masalah jika saya mengikutinya, apalagi saat itu hujan deras di luar.
Setelah memberi tahu Gemini bahwa ia mengarahkan saya ke arah yang salah, ia mengoreksi dan mengirim saya ke Kobo, sebuah toko kecil yang menjual barang-barang Jepang. Saya pernah mengunjungi lokasi lain mereka, tetapi tidak menyadari ada cabang di dekat situ.
Kesimpulan: Manfaat Teknologi AI bagi Petualangan Kota
Dengan tiba di Volunteer Park, saya cukup basah karena hujan, tetapi pengalaman menjelajahi kota dengan bantuan Gemini sangat menyenangkan. Meskipun ada beberapa tantangan, seperti kesalahan arah, keseluruhan pengalaman menunjukkan potensi besar dari teknologi AI dalam membantu merencanakan aktivitas sehari-hari. Gemini di Google Maps menunjukkan bahwa AI dapat menjadi alat yang sangat berguna, terutama bagi mereka yang ingin menjelajahi tempat baru dengan lebih efisien.
