Ketika AI Mengubah Cara Kita Bekerja: Kisah Katya dan Mercor

Dalam era digital yang semakin maju, kecerdasan buatan (AI) mulai mengambil peran penting dalam dunia kerja. Kisah Katya, seorang pencari kerja, mencerminkan bagaimana teknologi ini mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia profesional.

Katya awalnya terjebak dalam situasi sulit setelah kehilangan pekerjaannya akibat munculnya ChatGPT dan AI serupa. Suatu hari, ia menerima tawaran untuk berinteraksi dengan AI bernama Melvin dalam proses rekrutmen di sebuah perusahaan bernama Mercor. “Rasanya sangat mencurigakan,” ungkap Katya, yang akhirnya memutuskan untuk menutup halaman tersebut. Namun, setelah beberapa minggu tanpa pekerjaan, ia kembali menerima undangan untuk melamar di Mercor dan memutuskan untuk mencari tahu lebih lanjut.

Mercor, yang diketahui berfokus pada pengumpulan data untuk melatih AI, menawarkan Katya posisi untuk membantu menciptakan data tersebut. “Pekerjaan saya hilang karena ChatGPT, dan saya sedang diajak untuk melatih model yang bisa memperburuk situasi ini,” keluhnya. Meskipun ada kekhawatiran, situasi keuangannya yang mendesak memaksanya untuk melanjutkan. Katya pun membuka webcam dan menyapa Melvin.

Pengalaman Unik Berinteraksi dengan AI

Interaksi Katya dengan Melvin menjadi pengalaman yang aneh namun menyenangkan. Melvin, yang muncul sebagai suara laki-laki tak terlihat di layar laptop Katya, tampaknya telah membaca riwayat hidupnya dan mengajukan pertanyaan yang relevan. Beberapa minggu kemudian, Katya menerima tawaran pekerjaan dari Mercor. Dalam email tersebut, ia diminta untuk menandatangani kontrak dan memasang perangkat lunak pemantauan di komputernya. Tanpa berpikir panjang, ia langsung menandatangani kontrak tersebut.

Saat bergabung dengan saluran Slack perusahaan, Katya menyadari bahwa ia berada di tengah proyek yang sudah berjalan. Ia dan ratusan pekerja lainnya diminta untuk menulis contoh perintah yang mungkin diajukan kepada chatbot, serta menilai respons ideal dari chatbot terhadap perintah tersebut. Setiap tugas yang dilakukan memakan waktu beberapa jam sebelum data tersebut diperiksa oleh pekerja lainnya. Meskipun tidak tahu AI mana yang sedang ia latih, Katya menikmati pekerjaannya. “Rasanya seperti memiliki pekerjaan nyata,” ujarnya.

Proyek Dihentikan Tanpa Peringatan

Namun, dua hari setelah Katya mulai bekerja, proyek itu tiba-tiba dihentikan. Beberapa hari kemudian, seorang supervisor memberi tahu bahwa proyek tersebut dibatalkan. “Saya bekerja dengan asumsi bisa merencanakan keuangan saya. Saya sedang menabung untuk biaya sewa bulan pertama dan terakhir,” ungkap Katya. Ia merasa terjebak dalam ketidakpastian. Beberapa hari setelah itu, Katya menerima tawaran baru dari Mercor untuk mengevaluasi percakapan antara chatbot dan pengguna nyata, banyak di antaranya adalah orang-orang dari Malaysia dan Vietnam yang sedang berlatih bahasa Inggris.

Peran Manusia dalam Era AI

Sistem pembelajaran mesin seperti ChatGPT belajar dengan menemukan pola dalam data yang sangat besar, tetapi data tersebut harus terlebih dahulu diurutkan, diberi label, dan diproduksi oleh manusia. Perusahaan-perusahaan seperti Scale AI dan Surge AI mempekerjakan ribuan orang untuk membuat contoh percakapan yang berguna dan menilai respons terbaik dari chatbot. Meski teknologi AI berkembang pesat, industri ini dihadapkan pada tantangan dalam memastikan bahwa model yang dilatih dapat memberikan hasil yang andal.

Kekhawatiran mulai muncul ketika perkembangan teknologi mengalami stagnasi. Meskipun model AI mampu memberikan jawaban yang terdengar cerdas, mereka sering kali tidak dapat diandalkan untuk aplikasi praktis lainnya. Sementara itu, di bidang rekayasa perangkat lunak, kemampuan model untuk secara otomatis memeriksa apakah bagian kode berfungsi dengan baik memungkinkan mereka mencapai kompetensi yang lebih tinggi.

Dampak Bagi Pekerja di Indonesia

Perubahan ini memiliki dampak signifikan bagi pekerja di Indonesia. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi AI dalam proses kerja, tantangan baru bagi pencari kerja akan muncul. Pekerjaan yang dulunya dianggap stabil mungkin akan tergantikan oleh teknologi. Pekerja di Indonesia perlu mempersiapkan diri dengan meningkatkan keterampilan dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di dunia kerja.

Kesimpulan: Kisah Katya menjadi cerminan dari perubahan besar yang terjadi di dunia kerja akibat kemajuan teknologi. Pekerjaan yang hilang dan munculnya peran baru dalam melatih AI menandakan bahwa masa depan dunia kerja akan sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi individu terhadap teknologi baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*